+62 812 1517 0500 Vyntech@yahoo.com

Deskripsi

Dalam industri perbankan yang dinamis dan teregulasi ketat, risiko operasional merupakan salah satu ancaman terbesar yang dapat menyebabkan kerugian finansial masif, gangguan sistemik, penurunan reputasi, hingga sanksi regulatorik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Kegagalan proses internal, kesalahan manusia (human error), gangguan sistem teknologi informasi, hingga kejadian eksternal (cyberattack, bencana alam, kecurangan/fraud) menuntut institusi perbankan memiliki kerangka kerja manajemen risiko operasional yang andal, proaktif, dan terintegrasi.

Program pelatihan Manajemen Risiko Operasional Bank: Operational Risk Governance, Risk Assessment (RCSA), Key Risk Indicators (KRI), and Loss Event Database (LED) ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman teknis mendalam dan panduan praktis bagi para praktisi manajemen risiko, auditor internal, serta pejabat perbankan. Peserta akan mempelajari tata kelola risiko operasional (operational risk governance), penerapan instrumen utama manajemen risiko (RCSA, KRI, LED), kalkulasi permodalan risiko operasional (Basel Framework), pencegahan fraud, hingga penyusunan strategi keberlangsungan bisnis (Business Continuity Management – BCM).

Tujuan Pelatihan

    • Memahami regulasi OJK/BI dan standar internasional (Basel II/III/IV) terkait penerapan manajemen risiko operasional perbankan.

    • Menguasai struktur tata kelola (risk governance) dan penerapan model Three Lines of Defense dalam manajemen risiko Bank.

    • Menguasai penggunaan instrumen Risk and Control Self-Assessment (RCSA) untuk mengidentifikasi dan menilai potensi risiko operasional di seluruh unit kerja.

    • Menguasai penyusunan dan pemantauan Indikator Risiko Utama (Key Risk Indicators – KRI) sebagai sistem peringatan dini (early warning system).

    • Memahami tata cara pencatatan, pelaporan, dan pengelolaan data kejadian kerugian melalui Loss Event Database (LED).

    • Menyusun strategi mitigasi risiko operasional, pencegahan fraud, keamanan siber (cybersecurity risk), serta Business Continuity Plan (BCP).

Materi Pelatihan

  1. Kerangka Regulasi dan Konsep Dasar Risiko Operasional Perbankan

    • Regulasi OJK dan Bank Indonesia mengenai Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum.

    • Perkembangan kerangka Basel II/III/IV untuk risiko operasional dan kategorisasi kejadian risiko (Risk Event Categories).

  2. Tata Kelola Risiko Operasional (Operational Risk Governance Framework)

    • Peran Dewan Komisaris, Direksi, Operational Risk Management Unit (ORMU), dan Internal Audit.

    • Penerapan kerangka Three Lines of Defense dalam operasional harian bank.

  3. Risk & Control Self-Assessment (RCSA)

    • Metodologi RCSA: Identifikasi risiko melekat (Inherent Risk), evaluasi efektivitas pengendalian (Control Effectiveness), dan risiko tersisa (Residual Risk).

    • Teknik workshop RCSA, penyusunan risk map/matrix, serta perumusan Action Plan.

  4. Key Risk Indicators (KRI) dan Early Warning System

    • Prinsip perancangan KRI: Kriteria indikator yang efektif, relevan, dan terukur.

    • Penetapan ambang batas (threshold/triggers: hijau, kuning, merah) serta mekanisme eskalasi risiko.

  5. Loss Event Database (LED) dan Incident Management

    • Pengumpulan dan pencatatan data kejadian kerugian (Loss Data Collection): Gross Loss, Net Loss, Recovery.

    • Klasifikasi kejadian kerugian berdasarkan kriteria Basel (Internal Fraud, External Fraud, Employment Practices, Clients/Products, Business Disruption, Execution/Process Management).

  6. Risiko Teknologi Informasi dan Keamanan Siber (IT & Cyber Risk Management)

    • Identifikasi risiko kegagalan sistem, kerentanan siber, data breach, dan kejahatan finansial digital.

    • Pengendalian risiko TI dan kepatuhan terhadap standar keamanan informasi perbankan.

  7. Pencegahan Fraud dan Manajemen Keberlangsungan Bisnis (Anti-Fraud & BCM)

    • Integrasi Anti-Fraud Strategy (Deteksi, Pencegahan, Investigasi, Monitoring) dalam risiko operasional.

    • Penyusunan Business Impact Analysis (BIA), Business Continuity Plan (BCP), dan Disaster Recovery Plan (DRP).

  8. Perhitungan Permodalan Risiko Operasional (Capital Allocation Framework)

    • Pengenalan metode kalkulasi modal risiko operasional: Basic Indicator Approach (BIA), Standardized Approach (TSA), dan Standardized Measurement Approach (SMA Basel III).

  9. Pelaporan dan Budaya Sadar Risiko (Risk Reporting & Risk Culture)

    • Penyusunan Laporan Profil Risiko Operasional kepada Direksi, Komite Manajemen Risiko, dan Regulator (OJK).

    • Strategi membangun budaya sadar risiko (Risk Culture) dan kesadaran risiko (Risk Awareness) di seluruh tingkatan pegawai.

  10. Hambatan dan Solusi yang Sering Terjadi dalam Implementasi

    • Mengatasi pelaporan underreporting pada LED, resistensi first line dalam pengisian RCSA, dan penetapan KRI yang kurang relevan.

    • Formulasi strategi troubleshooting operasional manajemen risiko perbankan.

  11. Studi Kasus dan Simulasi Diskusi Interaktif

    • Analisis kasus nyata kegagalan risiko operasional pada perbankan nasional dan global (skandal fraud, kegagalan sistem IT, pembobolan dana).

    • Simulasi penyusunan RCSA, formulasi KRI unit operasional, dan penginputan data kerugian pada LED.

Manfaat Pelatihan

    • Kepatuhan Regulasi: Memastikan pelaksanaan manajemen risiko operasional bank patuh terhadap ketentuan OJK, BI, dan standar Basel.

    • Deteksi Dini Risiko: Mengidentifikasi potensi kegagalan operasional dan ancaman fraud sebelum menimbulkan kerugian finansial nyata.

    • Data Kerugian Terstruktur: Memiliki basis data kerugian (LED) yang akurat untuk mendukung analisis kuantitatif dan alokasi modal.

    • Ketahanan Operasional: Menjamin kesiapan bank dalam menghadapi krisis atau gangguan sistem melalui BCP/DRP yang teruji.

    • Penguatan Budaya Risiko: Mendorong akuntabilitas first line of defense dalam mengendalikan risiko di unit kerjanya masing-masing.

Peserta Pelatihan

    • Operational Risk Managers, Officers, dan Analysts.

    • Head of Risk Management, Risk Committee Members, dan Compliance Officers.

    • Internal Auditors, Quality Assurance, dan Operational Control Staff.

    • Branch Managers, Operational Managers, dan Head of Back Office / Settlement.

    • IT Risk Officers, Information Security Officers, dan Anti-Fraud Officers Perbankan.

    • Seluruh pejabat perbankan yang bertanggung jawab atas pengendalian operasional dan manajemen risiko.

Waktu

Tempat Pelaksanaan

    • Yogyakarta: Ibis Styles Hotel Yogyakarta

    • Bandung: Gino Feruci Hotel Bandung

    • Jakarta: Dreamtel Hotel Jakarta

    • Bali: Harris Seminyak Hotel Bali

    • Online Training* (Interactive Live via Zoom/Teams)

    • In House Training* (Pelatihan khusus di lokasi instansi/perusahaan Anda)

Fasilitas

    • Materi Pelatihan

    • Training Kits Eksklusif

    • Coffee Break & Lunch

    • Sertifikat

    • Souvenir

Investasi Pelatihan

Dapatkan penawaran spesial (Special Corporate Rate/Group Discount) dengan menghubungi Customer Service kami.

👉 Klik di sini untuk Chat via WhatsApp dengan Customer Service Vyntech

atau silakan isi form di bawah ini:

Nama
misal: Jogja, 1 januari 2026

error: Maaf, kami protect untuk mencegah penyalinan