




“Penguatan Manajemen Risiko Operasional Perbankan Sesuai Regulasi OJK & Standar Basel III/IV, Penguasaan Instrumen RCSA, KRI, & Loss Event Database (LED), Mitigasi Risiko Siber & Ketahanan Operasional (Operational Resilience), Serta Efektivitas Pengendalian Internal Korporasi”
Masalah yang Sering Terjadi di Lapangan
Perkembangan teknologi keuangan dan digitalisasi perbankan yang pesat membuka celah kerentanan baru terhadap operasional industri perbankan. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan manajemen risiko operasional di berbagai bank sering kali menghadapi kendala serius yang berpotensi memicu kerugian finansial masif, sanksi regulator, hingga krisis kepercayaan nasabah, seperti:
-
Tingginya Risiko Kejahatan Siber & Gangguan Sistem IT (Cyber & Operational Disruption): Meningkatnya ancaman cyber attack, kebocoran data nasabah, hingga downtime pada core banking / aplikasi mobile banking yang melumpuhkan transaksi harian.
-
Instrumen RCSA Hanya Dianggap Beban Administratif (Tick-the-Box Approach): Unit bisnis (First Line) melakukan Risk Control and Self Assessment (RCSA) secara sekadar formalitas tanpa analisis mendalam untuk mengidentifikasi potensi fraud, human error, atau kegagalan proses internal.
-
Pelaporan Loss Event Database (LED) yang Tidak Akurat & Terlambat: Adanya budaya enggan melaporkan kejadian kerugian (loss event) atau near-miss karena takut disalahkan, sehingga bank kehilangan data historis untuk mengkalkulasi modal risiko operasional.
-
Indikator Risiko Kunci (KRI) yang Pasif & Tidak Memberikan Peringatan Dini: Penetapan Key Risk Indicators (KRI) tidak terhubung dengan threshold ambang batas yang dinamis, sehingga gagal memberi signal peringatan sebelum insiden operasional terjadi.
Solusi untuk Mengoptimalkan Manajemen Risiko Operasional Bank Excellence
Untuk memastikan bank memiliki ketahanan operasional (operational resilience), perlindungan aset nasabah, serta kepatuhan penuh terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan standar perbankan internasional, organisasi membutuhkan kerangka kerja Manajemen Risiko Operasional Bank Excellence yang terstruktur. Solusi strategis yang dapat diterapkan meliputi:
-
Penerapan Kerangka Kerja Risiko Operasional Berbasis Regulasi OJK & Basel: Mengintegrasikan POJK Manajemen Risiko ke dalam empat pilar utama risiko operasional: People, Process, System, & External Events.
-
Pengoptimalan Instrumen RCSA, KRI, dan LED Secara Terintegrasi: Menghubungkan hasil asesmen RCSA dengan pemantauan KRI real-time dan pencatatan histori kerugian pada LED untuk menghasilkan Profil Risiko Operasional yang presisi.
-
Penguatan Ketahanan Siber & Rencana Keberlangsungan Bisnis (BCP/DRP): Merancang arsitektur keamanan informasi, mitigasi third-party risk (vendor IT), serta pengujian Business Continuity Plan dalam menghadapi krisis operasional.
-
Membangun Budaya Sadar Risiko (Risk Culture) & Anti-Fraud di Seluruh Lini: Mengedukasi unit bisnis (First Line) agar aktif mendeteksi, melaporkan, dan mengendalikan risiko di area kerja masing-masing secara independen.
Ingin Memahami dan Menerapkan Solusi Tersebut Secara Detail di Organisasi Anda?
Untuk membantu para Operational Risk Officers/Managers, Compliance Officers, Internal Auditors, Information Security Officers (CISO team), Branch Managers, serta IT Risk Specialists di bank Anda menguasai perancangan, eksekusi, dan mitigasi risiko operasional perbankan secara profesional, kami menyediakan program pelatihan khusus berikut ini:
Deskripsi Training
Memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko operasional perbankan merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta kepercayaan masyarakat. Pelatihan Manajemen Risiko Operasional Bank Excellence: Operational Risk Governance, RCSA, KRI, LED, Cyber Risk & OJK Compliance dari Vyntech dirancang khusus untuk membekali para praktisi risiko dan perbankan dengan metodologi terapan, instrumen asesmen kuantitatif/kualitatif, serta teknik mitigasi risiko operasional sesuai standar regulasi terbaru.
Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya mempelajari konsep dasar risiko operasional dan regulasi OJK, tetapi juga diajak mengeksplorasi praktik pembuatan Risk Control and Self Assessment (RCSA), perancangan Key Risk Indicators (KRI), pengelolaan Loss Event Database (LED), kalkulasi beban modal risiko operasional (Operational Risk Capital Charge), pengawasan risiko siber dan vendor, hingga penyusunan Laporan Profil Risiko Operasional untuk OJK dan Direksi. Melalui kombinasi materi terapan, analisis studi kasus krisis operasional/kejahatan siber perbankan nyata, dan praktikum simulasi, peserta akan siap mengamankan ketahanan operasional bank Anda.
Tujuan Training
Melalui program pelatihan ini, peserta akan dibekali dengan berbagai pemahaman fundamental serta keterampilan praktis untuk mengelola risiko operasional perbankan di organisasi Anda. Secara spesifik, berikut adalah tujuan utama yang ingin dicapai:
-
Memahami kerangka hukum dan ketentuan OJK serta standar Basel III/IV terkait Manajemen Risiko Operasional Bank.
-
Menguasai penerapan empat pilar risiko operasional perbankan (People, Process, System, & External Events).
-
Mampu merancang dan memfasilitasi pelaksanaan Risk Control and Self Assessment (RCSA) di seluruh unit kerja bank.
-
Mampu menetapkan, memantau, dan menguraikan Key Risk Indicators (KRI) sebagai sistem peringatan dini (early warning).
-
Menguasai teknik pencatatan, klasifikasi, dan analisis Loss Event Database (LED) serta kejadian near-miss.
-
Memahami tata cara pengelolaan Risiko Siber (Cyber Risk), Risiko Teknologi Informasi, dan Outsourcing/Third-Party Risk.
-
Mampu menyusun Operational Risk Profile Report serta merumuskan Action Plan mitigasi yang akuntabel.
Materi Training
Untuk memastikan proses pembelajaran berjalan secara sistematis dan berdampak langsung pada kinerja harian, silabus pelatihan ini disusun ke dalam modul-modul berikut:
-
Regulatory Framework & Operational Risk Governance in Banking
-
Ketentuan OJK terkait Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum / BPR.
-
Standar Internasional Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) untuk Risiko Operasional.
-
Penerapan Three Lines Model dalam pengawasan dan pengelolaan risiko operasional perbankan.
-
-
Taxonomy of Operational Risk in Banking
-
People Risk: Fraud internal, kelalaian pegawai, keterbatasan kompetensi, dan masalah SDM.
-
Process Risk: Kegagalan eksekusi transaksi, kesalahan dokumentasi, dan kelemahan prosedur produk baru.
-
System Risk: Kegagalan sistem IT, gangguan jaringan, bugs software, dan kerentanan cyber security.
-
External Events: Fraud eksternal, bencana alam, krisis listrik/telekomunikasi, dan risiko vendor.
-
-
Operational Risk Assessment Tool 1: Risk Control & Self Assessment (RCSA)
-
Metodologi identifikasi Risk Events, Causes, dan Impacts pada proses bisnis perbankan.
-
Evaluasi efektivitas Internal Controls (CDE & COE) untuk menentukan Residual Risk.
-
Teknik memfasilitasi RCSA Workshop untuk pemilik proses kerja (process owner).
-
-
Operational Risk Assessment Tool 2: Key Risk Indicators (KRI)
-
Kriteria penyusunan KRI yang relevan dan dapat diukur (measurable).
-
Penetapan ambang batas (Green, Yellow, Red Thresholds) dan mekanisme eskalasi.
-
Integrasi KRI dengan Key Performance Indicators (KPI) unit bisnis bank.
-
-
Operational Risk Assessment Tool 3: Loss Event Database (LED)
-
Standar pencatatan dan kategorisasi insiden kerugian operasional sesuai ketentuan regulator.
-
Pengelolaan data Gross Loss, Recovery Rate, dan kejadian Near-Miss.
-
Root Cause Analysis (RCA) atas kerugian operasional untuk mencegah kejadian berulang.
-
-
Cyber Risk, IT Risk, & Operational Resilience in Banking
-
Pengelolaan Risiko Teknologi Informasi dan Ketahanan Siber (Cyber Resilience).
-
Identifikasi risiko Third-Party / Outsourcing (Penyedia Jasa Teknologi Perbankan).
-
Penyusunan dan pengujian Business Continuity Management (BCM/BCP) & Disaster Recovery Plan (DRP).
-
-
Operational Risk Capital Charge & Executive Reporting
-
Gambaran umum pendekatan perhitungan modal risiko operasional perbankan.
-
Penyusunan Laporan Profil Risiko Operasional (Operational Risk Profile Report) untuk OJK & Direksi.
-
Mendorong pembentukan Risk & Anti-Fraud Culture di seluruh tingkatan organisasi bank.
-
-
Studi Kasus & Lokakarya Praktik Simulation
-
Bedah kasus kejahatan siber, fraud internal, dan kegagalan sistem operasional bank serta solusinya.
-
Simulasi hands-on: Pengisian Register RCSA Excel Dynamic, penyusunan dashboard KRI, dan analisis input Loss Event Data.
-
Peserta Training
Program pelatihan ini dirancang khusus agar relevan dengan kebutuhan para profesional perbankan yang bertanggung jawab atas pengawasan risiko, kepatuhan, audit, dan kelancaran operasional bank. Pelatihan ini sangat disarankan untuk:
-
Operational Risk Management Officers, Analysts, & Managers yang merancang dan mengelola instrumen risiko operasional bank.
-
Compliance Officers & Legal Team yang memastikan pemenuhan regulasi OJK dan perundang-undangan perbankan.
-
Internal Auditors & SKAI Team yang melakukan evaluasi atas keandalan pengendalian internal dan RCSA bank.
-
Branch Managers, Service Managers, & Operational Supervisors yang mengelola operasional kantor cabang.
-
IT Risk Officers, Cybersecurity Specialists, & BCM Coordinators yang mengamankan keandalan sistem dan infrastruktur IT bank.
-
Anti-Fraud Unit Officers yang berfokus pada pencegahan dan investigasi potensi penyimpangan operasional.
Alasan Mengikuti Training Ini Bersama Vyntech
Vyntech berkomitmen untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan tantangan riil di organisasi Anda. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa Anda perlu memilih program pelatihan ini bersama Vyntech:
-
Materi Aplikatif & Berbasis Regulasi OJK Terkini: Kurikulum diselaraskan dengan Peraturan OJK (POJK) terbaru, standar Basel III/IV, serta best practices manajemen risiko perbankan digital.
-
Instruktur Senior Banking Risk Experts: Dibimbing langsung oleh praktisi risiko perbankan senior, mantan Chief Risk Officer (CRO) Bank, dan konsultan manajemen risiko perbankan berpengalaman.
-
Template & Tools Risiko Perbankan Siap Pakai: Peserta dibekali Template RCSA Bank Excel Dynamic, Guidebook Monitoring KRI, Worksheet Input Loss Event Database (LED), dan Checklist Cyber Risk Audit.
-
Format Pelatihan Fleksibel: Tersedia pilihan In-House Training maupun Public Training (offline & online). Waktu dan tempat bisa request.
-
270+ instansi pemerintah dan perusahaan, baik dari dalam maupun luar negeri, telah mempercayakan pengembangan kompetensi tim mereka kepada Vyntech. Download Company Profile.pdf
Konsultasikan Kebutuhan Pelatihan Tim Anda
Ingin mendiskusikan silabus yang disesuaikan (customized) dengan kebutuhan spesifik di bank atau lembaga keuangan Anda (misal: manajemen risiko operasional khusus Bank Syariah, penerapan RCSA untuk Bank Perkreditan Rakyat / BPR, mitigasi risiko siber perbankan digital, atau persiapan In-House Training untuk tim Risk Champion & Branch Manager Anda), atau jadwal pelatihan untuk tim Anda? Atau ingin mendapatkan penawaran harga terbaik?
👉 Klik di sini untuk Chat via WhatsApp dengan Customer Service Vyntech
atau silahkan isi form di bawah ini























































