




Training Total Productive Maintenance (TPM): Strategi Meningkatkan Keandalan Mesin, Mengurangi Downtime, dan Mengoptimalkan Produktivitas Operasional
Deskripsi
Total Productive Maintenance (TPM) merupakan pendekatan pemeliharaan terintegrasi yang melibatkan seluruh elemen organisasi untuk meningkatkan keandalan peralatan, mengurangi kerusakan mesin, dan menjaga kelancaran proses produksi. Penerapan TPM tidak hanya berfokus pada fungsi pemeliharaan, tetapi juga mendorong operator, teknisi, supervisor, dan manajemen berperan aktif dalam menjaga kondisi peralatan, mencegah pemborosan, serta meningkatkan efektivitas penggunaan aset produksi.
Pelatihan ini membahas prinsip dasar TPM, strategi pemeliharaan preventif dan prediktif, autonomous maintenance, analisis akar penyebab kerusakan, pengukuran efektivitas peralatan, serta penerapan perbaikan berkelanjutan. Melalui pembahasan konsep, studi kasus, latihan analisis, dan diskusi, peserta akan memperoleh pemahaman untuk mengembangkan program TPM yang sistematis guna mengurangi downtime, menekan biaya pemeliharaan, dan meningkatkan kinerja operasional perusahaan.
Tujuan Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
-
- Memahami prinsip, pilar utama, dan manfaat implementasi Total Productive Maintenance.
- Mengidentifikasi sumber kerugian produksi akibat kerusakan mesin, waktu penyetelan, dan gangguan operasional.
- Menyusun strategi pemeliharaan preventif, prediktif, serta autonomous maintenance sesuai kebutuhan peralatan.
- Menganalisis akar penyebab kegagalan dan menentukan tindakan perbaikan yang tepat.
- Mengukur efektivitas peralatan melalui indikator seperti Overall Equipment Effectiveness (OEE), MTBF, dan MTTR.
- Mengembangkan rencana implementasi TPM dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan keandalan serta produktivitas.
Materi Pelatihan
- Konsep Dasar dan Strategi Maintenance Management
- Prinsip TPM, tujuan pemeliharaan, strategi maintenance, dan keterkaitannya dengan produktivitas.
- Peran manajemen, teknisi, dan operator dalam membangun budaya pemeliharaan terpadu.
- Analisis Kerusakan dan Kerugian Peralatan
- Jenis kegagalan, pola kerusakan, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap proses produksi.
- Analisis akar penyebab menggunakan metode 5 Why, diagram sebab-akibat, dan pendekatan pemecahan masalah.
- Pilar TPM dan Autonomous Maintenance
- Penerapan autonomous maintenance melalui aktivitas inspeksi, pembersihan, pelumasan, dan deteksi dini abnormalitas.
- Pemeliharaan terencana, perbaikan terfokus, peningkatan kompetensi operator, serta pengendalian kondisi dasar mesin.
- Preventive dan Predictive Maintenance
- Penyusunan jadwal pemeliharaan berdasarkan interval waktu, kondisi peralatan, dan tingkat kritikalitas aset.
- Pemantauan kondisi mesin melalui analisis getaran, temperatur, pelumasan, dan inspeksi visual.
- Pengukuran Keandalan dan Efektivitas Peralatan
- Perhitungan dan interpretasi OEE, MTBF, MTTR, availability, performance, dan quality rate.
- Pemanfaatan data downtime, frekuensi kerusakan, dan biaya pemeliharaan untuk menentukan prioritas perbaikan.
- Manajemen Suku Cadang dan Dukungan Pemeliharaan
- Penentuan suku cadang kritis, pengendalian persediaan, dan perencanaan kebutuhan material pemeliharaan.
- Optimalisasi ketersediaan suku cadang dengan mempertimbangkan biaya, waktu tunggu, dan risiko downtime.
- Implementasi TPM dan Continuous Improvement
- Tahapan implementasi TPM, penetapan target, pembentukan tim, dan penyusunan standar kerja.
- Penerapan Kaizen, visual management, serta evaluasi hasil perbaikan secara berkelanjutan.
- Studi Kasus dan Penyusunan Rencana Aksi TPM
- Analisis kasus gangguan mesin dan identifikasi peluang peningkatan OEE serta keandalan peralatan.
- Penyusunan rencana aksi TPM berdasarkan prioritas masalah, indikator kinerja, dan target perbaikan.
Metode Pelatihan
Pelatihan dilaksanakan melalui pemaparan konsep, pembahasan contoh kasus, latihan analisis kerusakan, simulasi perhitungan indikator kinerja, serta diskusi interaktif. Pendekatan ini membantu peserta menghubungkan prinsip TPM dengan kondisi operasional dan kebutuhan pemeliharaan peralatan di lingkungan kerja masing-masing.
Manfaat Pelatihan
-
- Meningkatkan keandalan mesin dan ketersediaan peralatan produksi.
- Mengurangi downtime, gangguan operasional, serta kerugian akibat kerusakan mesin.
- Memperkuat keterlibatan operator dan teknisi dalam kegiatan pemeliharaan.
- Meningkatkan kemampuan menganalisis akar penyebab dan mencegah kegagalan berulang.
- Mengoptimalkan biaya pemeliharaan serta pengelolaan suku cadang.
- Mendukung peningkatan OEE, produktivitas, kualitas, dan efektivitas proses produksi.
Peserta Pelatihan
Pelatihan ini ditujukan bagi:
-
- Manajer dan supervisor produksi, pemeliharaan, serta engineering.
- Teknisi maintenance, reliability engineer, dan tenaga perencana pemeliharaan.
- Operator mesin dan personel produksi yang terlibat dalam autonomous maintenance.
- Manajer aset, pengelola fasilitas, serta personel yang bertanggung jawab atas keandalan peralatan.
- Profesional di industri manufaktur, pertambangan, energi, minyak dan gas, serta industri proses.
- Tim continuous improvement dan quality assurance yang terlibat dalam peningkatan efektivitas operasional.
Tempat Pelaksanaan
-
- Yogyakarta: Ibis Styles Hotel Yogyakarta
- Bandung: Gino Feruci Hotel Bandung
- Jakarta: Sofyan Betawi Menteng Hotel Jakarta
- Bali: Harris Seminyak Hotel Bali
- In House Training: Pelatihan khusus di lokasi instansi/perusahaan.
- Online Training: Pelatihan interaktif secara live melalui Zoom atau Microsoft Teams.
Fasilitas
-
- Modul Pelatihan Eksklusif
- Training Kits Eksklusif
- Sertifikat Pelatihan
- Coffee Break & Lunch
- Souvenir
Investasi Pelatihan
Dapatkan penawaran spesial (Special Corporate Rate/Group Discount) dengan menghubungi Customer Service Vyntech.
👉 Klik di sini untuk Chat via WhatsApp dengan Customer Service Vyntech
atau silakan isi form pendaftaran yang tersedia di bawah ini.























































